Senasib Sepenanggungan
“Oh ternyata kamu seperti itu ya selama ini.” “Maksud kamu apa Din?” “Udahlah La, nggak usah sok baik sekarang sama aku. Sudah kebongkar semua keburukanmu. Nggak ada kata sahabat lagi diantara kita.” Nadin meninggalkan Darla dengan sejuta tanda tanya di benak. Sebenarnya apa yang terjadi diantara mereka Darla pun tak tahu. Padahal baru kemaren mereka menghabiskan waktu bersama. Kebanyakan memang Nadin yang curhat tentang kekasihnya tapi kemarin Nadin baru saja putus. Ia masih sangat teringat perkataan Nadin, “Aku nggak akan sedih sedih lagi karena putus cinta La, ada kamu yang selalu ada buat aku. Nggak guna nagisin laki laki. Ya nggak?” Kemudian Nadin tertawa renyah, saat itulah Darla merasa terenyuh dengan perkataan Nadin yang masih sangat kekanak kanakan itu. Mereka bersahabat memang masih sekitar satu tahun ketika Ayah Nadin dipindahtugaskan dan ia sekeluarga harus tinggal di daerah baru. Darla bertemu Nadin ketika mereka ada dalam satu ruangan kursus bahasa Inggris. Tapi semenjak ...