Postingan

Menampilkan postingan dengan label MEMORI

Gadis Periang

Gambar
Masih bekas, peluk yang kaurengkuh lekas Saat mendung di angkasa senja meretas Sekali pandang senyemmu merekah Meski tak ada gincu poles merah Walau temu sekilas Menyisakan rindu tak berbatas Ada ceria terpatri di dirimu Aku pikir tak akan pernah habis meski jemu Andai segala macam gadis seriang itu Mungkin warna remaja terbias cerah menderu Selayak bunga api yang meletup Kegirangan padamu tak pernah mengatup Hai gadis, Tebarkan selalu aroma arum manis Agar bahagia tak mudah terkikis Sebab keadaan kadang ciptakan tangis Mbak Fikha.... Sudah aku buatkan puisi nih, tuntas utangku? He he. Maaf kalau hanya sebatas begitu saja puisinya. Apa kabar mbak Fik? Hanya dua kali kita bertemu, setelah itu kita sibuk dengan tugas masing masing. Pertama kali mengenalmu aku merasa kau selalu saja ceria seperti itu. Pernah memang kau ceritakan banyak kisah cinta yang mengharu biru tapi aku yakin kau masih seorang perempuan yang kuat seperti kau memberikan aku semangat. Mbak Fikha masih memanggilku poni ...

Halo Pak ?

Gambar
Ada segelintir sikap dalam hidup, sebagai seorang perempuan aku selalu merasa ingin dilindungi tetapi selalu ingin terlihat kuat di depan siapapun, siapapun. Kontra memang semua itu tetapi apa yang bisa kuperbuat ? Memang seperti itu adanya. Ada dilema sendiri dalam jiwaku mengenai perasaan penuh tanya yang mengganjal dalam benak kecilku, aku menyebutnya sebagai benak kecil karena rasanya lemah namun berlarut-larut dan sering kali membuat aku gelisah. Jangan terkejut jika sesekali aku merengek bagai anak kecil yang manja, aku pun menyadarinya. Namun, di sisi lain aku bisa menjadi perempuan kuat yang selalu tersenyum dimanapun dan kapanpun serta apapun yang terjadi. Terkadang aku seperti membutuhkan seseorang yang selalu hadir merengkuh segala yang aku rasakan dan dengan senang hati bersedia menyediakan tempat untuk berbagi apa yang aku rasakan, kepadanya, seorang laki-laki, seorang Bapak, Bapakku sayang. Berat sebenarnya menerima kenyataan bahwa Bapak sudah berada di tempat yang belum ...

Mimpi Yang Tak Bertepi

Gambar
Ku terpaku di bibir pantai.. Halimun senja menerpa lembut.. Memberi kesejukan pada batas waktu... Aku masih disini... Merenda mimpi kita.. Dalam nafas semilir angin.. Aku tetap disini.. Bersama jemariku Merangkai nama kita Pada hamparan butiran pasir Meskipun sejenak tersapu ombak.. Terbayang kembali Di awal perkenalan Tanpa terasa Tujuh purnama Berlalu sudah.. Tapi ingatan tentangmu Masih saja membekas jelas Diantara ketidak~mampuanku yang lemas.. Kenangan kita.. Telah berakar didasar hati.. Masih ingatkah engkau... Tentang Sepasang Sayap Putih, tentang pesona Raja Ampat, tentang Massage in the Bottle, juga tentang mimpi kita Yang nantinya terangkai indah.. Di kota pahlawan.. Kurasa kau tidak ingat... Tapi kenapa bisa... Apakah mimpimu berubah haluan..? Ataukah ini hanya perasaanku saja.. Sayang.. Kini...Saat langit semakin menua, Hujanpun tertahan di antara mega, Kutelusuri mimpi yang tak kunjung menepi... Haruskah aku menyerah... Haruskah aku hanya berdiri disini.. Mengeja bait pela...

Labirin Di Atas Langit

Gambar
Teruntuk Narapati Bhagadio Hai Bhaga apa kabar angin diatas sana? Siang ini tak sabar rasanya aku berlari untuk menyapa pantai, bercanda dengan ombak, dan berbisik dengan pasir. Kamu tau rasanya terkecup angin di bibir pantai? Seperti itu Bhaga, seperti candu yang ku rasa untuk selalu menyapamu. Dibatas rindu yang kian gemuruh didalam dadaku, aku ingin bertamu pada ruang yang berlabirin paling curam dalam hidupku. Ku ketuk ruang itu perlahan, lalu diam. Sama seperti apa yang selalu kau lakukan, menemui aku dalam diam yang selalu saja tak ingin ku hentikan. Bhaga, bisa kah malam ini kau datang kelorong gelap itu lagi? Sama seperti malam Selasa lalu ketika suhu tubuhku tak menentu. Bhaga, lorong mana lagi yang harus ku kunjungi untuk bisa menyapamu satu hari penuh seperti dulu? Aku sudah mengirim rinduku pada kumparan awan di ujung ketinggian, menitip pilu pada angin-angin lautan, memikul rindu hingga remuk dan patah seluruh tulang. Sudah berapa lama Ga? Sejak rintik-rintik kecil lirih d...