Postingan

Menampilkan postingan dengan label PERSAHABATAN

Kelakar Trotoar

Gambar
Dear Nesha Allea, Nesh semalam entah mengapa kamu hadir lagi dalam lamunanku, entah tak ku ingat seberapa pekat malam itu. Bisa jadi sepekat coklat hangat yang biasa kau seduh, bisa jadi lebih Nesh. Sebab aku tak sedikitpun mendengar suara gaduh (kecuali, dipikiranku). Mungkin aku terlalu lama membolak-balik laman jejaring sosialmu saat itu. Nesh, apa kabarmu? Tanpa ku sadari hari ini tepat hari ke tujuh puluh satu sejak kau tak muncul dalam janji yang kau buat sendiri. Maafkan aku Nesh, mungkin aku serupa benalu di hidupmu. Aku terlalu menganggumu. Kau marah dengan ku? Tak apalah Nesh mungkin aku harus terbiasa menjadi pecundang yang hadirnya tak pernah kau harapkan. Kau ingat Nesh saat itu kau masih berusia lima belas tahun tepat di tanggal satu, sedangkan usiaku tepat tujuh bulan mendahuluimu. Kau senang sekali ketika aku menghadiahkanmu sebuah penanda kunci, ya seingatku kau terlalu mudah meletakan sesuatu lalu melupakannya (ya, termasuk aku contohnya). Maka dari itu ku beri kau ha...

Ajari Aku Tabah

Gambar
Senja sore ini ada patah hati yang kembali terkuak, setelah seminggu ini dengan keras hati aku mengatakan pada diriku sendiri bahwa aku baik baik saja. Ya, aku akan baik baik saja tanpa dia. Tapi mbak Nggi’, aku tak bisa memungkiri jika luka dalam hati ini masih basah. Terngiang rasanya ucapan ucapan yang menuduhku paling bersalah. Mungkin benar memang aku yang bersalah karena aku hanya seorang gadis yang belum dewasa, masih belia, dan nggak paham dunia. Belum mengecap asam garamnya kehidupan tapi sungguh mbak Nggi’ aku masih ingin belajar.Tapi mengapa seakan kesempatan dengan begitu mudah tertutup bagiku? Atau aku yang terlalu bodoh sebab tak mampu memaknai segala perkara yang ada. Malam ini banyak cerita yang mengalir darimu mbak Nggi’, pertemuan pertama kita sungguh sangat berkesan bagiku. Setelah beberapa lama kita saling berhubungan melalui dunia maya. Aku selalu mengagumi puisi puisimu yang diksinya sungguh membuatku takjub, darimanakah diksi mengesankan itu berasal? Dari luka? A...

Tentang Wanda

Gambar
Temanku wanda "Ku lihat kemarin dia memakai seragam putih dan biru, dia lucu.. bedak pun dia tak mau tau " Teruntuk teman, orang yang ku sayang, patner dalam berbuat kriminal, lawan dalam kesepian, penolong saat kelaparan, pemadam saat marah membakar, penonton untuk setiap kegilaan, pendengar untuk segala bentuk kecemasan... Ku tulis ini, agar jika suatu saat kau besar kau tau Tuhanmu pernah kirim aku untukmu.. Aku terlalu malu untuk menuliskan sesuatu yang berima untukmu.. Jelas saja, kau tau seperti apa bentukan temanmu. Aku takut nanti kau besar kepala (kepalamu tak besar saja sudah tak pantas dilihatnya) Bagaimana jika ku tulis tentang keanehan mu? Atau cerita tentang kehebohanmu? Atau cerita yang selalu kau ulang-ulang? Atau masakan yang selalu kau heboh-hebohkan? Seminggu menulispun tak puas bagiku untuk menggambarmu dan menceritakan betapa bahagianya aku.. Terimakasih sudah memilih mendengar disaat orang lain menutup telinga.. Sudah mau membela disaat yang lain menutup...