Kelakar Trotoar
Dear Nesha Allea, Nesh semalam entah mengapa kamu hadir lagi dalam lamunanku, entah tak ku ingat seberapa pekat malam itu. Bisa jadi sepekat coklat hangat yang biasa kau seduh, bisa jadi lebih Nesh. Sebab aku tak sedikitpun mendengar suara gaduh (kecuali, dipikiranku). Mungkin aku terlalu lama membolak-balik laman jejaring sosialmu saat itu. Nesh, apa kabarmu? Tanpa ku sadari hari ini tepat hari ke tujuh puluh satu sejak kau tak muncul dalam janji yang kau buat sendiri. Maafkan aku Nesh, mungkin aku serupa benalu di hidupmu. Aku terlalu menganggumu. Kau marah dengan ku? Tak apalah Nesh mungkin aku harus terbiasa menjadi pecundang yang hadirnya tak pernah kau harapkan. Kau ingat Nesh saat itu kau masih berusia lima belas tahun tepat di tanggal satu, sedangkan usiaku tepat tujuh bulan mendahuluimu. Kau senang sekali ketika aku menghadiahkanmu sebuah penanda kunci, ya seingatku kau terlalu mudah meletakan sesuatu lalu melupakannya (ya, termasuk aku contohnya). Maka dari itu ku beri kau ha...