Maaf Sekali Jika..
Maaf sekali jika saya kurang sopan, maaf sekali jika saya seiring dan berjalan juga turut ambil alih dalam menurunkan kredibilitas anda mas, tapi.... jauh dari kata sempurna begitulah saya. Menjadi anak tunggal tidaklah semudah meminta boneka barbie kepada kedua orang tua kita saat harga barbie waktu itu ratusan ribu, padahal belum tentu akan dibelikan atau tidak. Tidak semudah rasa ingin mengecat rambut ketika masih duduk di bangku sekolah, padahal belum tentu berani juga. Saya harus sementara menyimpan ueng uneg saya dalam dalam, di dalam semua yang ada pada tubuh saya. Saya tidak bisa membiarkan mereka terbang begitu saja, melayang layang di atas kepala saya, dan membuat orang lain tahu apa yang saya pikirkan. Saya malu, karena saya bukanlah pemikir yang 100% bersih. Tapi mas, kita tahu setiap orang punya batas, saya tidak bisa terus memendam itu, dan akhirnya BLOOM... Semua meledak dan pecah, bukan hanya melayang diatas kepala, tapi bahkan melayang layang jauh ke kepala-kepala oran...