Postingan

Menampilkan postingan dengan label UNEG-UNEG

Maaf Sekali Jika..

Gambar
Maaf sekali jika saya kurang sopan, maaf sekali jika saya seiring dan berjalan juga turut ambil alih dalam menurunkan kredibilitas anda mas, tapi.... jauh dari kata sempurna begitulah saya. Menjadi anak tunggal tidaklah semudah meminta boneka barbie kepada kedua orang tua kita saat harga barbie waktu itu ratusan ribu, padahal belum tentu akan dibelikan atau tidak. Tidak semudah rasa ingin mengecat rambut ketika masih duduk di bangku sekolah, padahal belum tentu berani juga. Saya harus sementara menyimpan ueng uneg saya dalam dalam, di dalam semua yang ada pada tubuh saya. Saya tidak bisa membiarkan mereka terbang begitu saja, melayang layang di atas kepala saya, dan membuat orang lain tahu apa yang saya pikirkan. Saya malu, karena saya bukanlah pemikir yang 100% bersih. Tapi mas, kita tahu setiap orang punya batas, saya tidak bisa terus memendam itu, dan akhirnya BLOOM... Semua meledak dan pecah, bukan hanya melayang diatas kepala, tapi bahkan melayang layang jauh ke kepala-kepala oran...

Terbawa Perasaan

Gambar
Kepadamu, Nona yang selalu hidup dikepalaku Malam tetap saja malam. Seberapapun lampu kamu nyalahkan, tetap saja langit tak butuh alasan untuk menjadikannya benderang. Dan aku, tetap saja aku. Seberapapun banyak waktu yang kamu sediakan, tetap saja aku akan pergi bila tidak pernah ada kepastian. Nona, seharusnya kamu tau. Bahwasannya bersikap baik kepada setiap pria itu perlu. Hanya saja yang juga perlu kamu tau, ada batasan yang memang seharusnya kamu lakukan. Sebab apa? Mungkin di antara mereka akan timbul perasaan berupa harapan. Mungkin saja diantaranya menduga bahwa hanya pada dia saja kamu melakukan hal yang istimewa. Ketahuilah persaan cinta timbul dari hal-hal yang kamu anggap sederhana sebelumnya. Dari perhatian kecil, lama-lama mereka akan pupuk menjadi sebuah kebutuhan wajib yang harus mereka dapatkan. Kemudian akhirnya timbul perasaan cinta yang mereka sendiripun tidak dapat kendalikan. Ketahuilah pula, aku tak pernah sanggup jika seandainya perhatian yang kamu berikan untu...

Ketika Masuk Sekolah Lebih Sakit Dari Diduduki Mamot Ice Age

Gambar
Dan.... Aku sudah kembali ke kandang,, bukan sepertinya terlihat seperti penjara, eh bukan juga seperti kos-kosan, tapi juga mirip tempat penitipan anak, mirip asrama TKW juga deh kayaknya, bukann semua sebenarnya ini adalah asrama * speechless * Kayak anak-anak rantau yg lain juga lah aku selalu malas kembali ke kandang, yah meskipun susah banget nyebutin asrama tapi itu harus dihadapi, susaaahhhhh !!! Sesusah keluarin upil pake kuku,, sakittt T.T.. Yahh, aku gak ngerti anugerah apa lagi yang bakal aku dapet dari sekolah, semoga benar-benar anugerah ya Tuhan.. Saat aku kembali ke asrama, asrama masih sepi ...kriik krikk... :\ tak ada rasa tak ada suara, hanya aku penghuni asrama saat itu,, cewdih bukan?? huhuhuhuhu... Baiklah, sepertiny arah mata angin pembicaraan ini sudah mulai aneh. sekian. YUTTA PARAMARESI TENTANG PENULIS: PELAJAR/MAHASISWI WEBSITE/BLOG: http://rumahyutta.blogspot.co.id

Sumpah Gw Iri Sama Lo !

Gambar
Manusia memang gak pernah puas Salah satu penyebabnya ya IRI. Aku yakin banyak dari kalian sering banget ngrasain iri, gak adil, aku pingin kayak dia. Menurutku sendiri *ini menurutku loh* Iri itu perasaan yang bisa pake banget Ngalahin rasa senang, suka, sedih, dendam, bahkan CINTA. Iri bisa buat kita nglakuin apa aja. Kita iri sama kecantikan, kebaikan seseorang Kayak di sinetron - sinetron deh Kalau kita iri pasti gimanapun juga kita bakal cari cara buat gak iri Ya bisa dengan nyebarin gosip nggak nggak, INGET DOSA LOH Iri sama nasib orang, yakin deh aku Banyak ni yang ngrasain kayak gini. "Coba gw dilahirin kayak dia, cantik, kurus, banyak yang suka Baik lagi" sumprit nggerus banget lihat dia. Secara nggak langsung kita udah nyesel sama karya Tuhan. Iri iri, terbuat dari apa sih? Ibaratnya bangunan Dia pake bambu, terus dilapisi beton, terus dilapisi semen kw 1 Dilapisi semen lagi, dikasih lem alteco 2 karung,masih di double tape lagi Habis itu dikasih lakban, GILAKKK KOK...

Kamu Aku

Gambar
Kadang ego warnanya merah muda, aku suka Kadang ego punya cinta Kadang ego warnanya abu-abu, pun aku suka Kadang ego berupa ragu Kadang ego warnanya putih, untuk yang ini aku suka sekali Kadang ego terlalu suci untuk dibenci Kadang ego warnanya hitam, tetap saja aku suka Kadang ego tegas untuk menindas Aku punya ego, tidak hanya satu dan mungkin hitungannya seribu Entah apa warnanya itu Mungkin merah muda seperti katamu Bisa jadi abu-abu untuk sementara waktu Atau seketika putih dan tiba-tiba melegam menjadi hitam Aku punya ego, aku rasa kamu juga Aku juga mau menang, sama seperti yang kamu rasa Kadang aku mau kamu puja-puja, bukan sebagai apa Tapi seperti apa kamu menanggap aku ada Aku si kepala batu, kamu telan itu bulat-bulat Aku harus dapat jika aku sudah bertekat Kamu yang mendekat, lalu pergi dengan laknat Baiklah.. kali ini aku yang akan nekat Tapi.. ah sudalah sepertinya aku sudah skakmat Kadang aku ingin mengigau Berceracau tentang hal-hal yang membuatku kacau Kadang aku ingin...

Yang Gemar Mematut Diri di Kaca Segi Empat

Gambar
Yang gemar mematut diri di kaca segi empat, kamu bukan seorang pesolek tapi selalu bersikap manja berlaga kanan kiri bercermin di depan kaca segi empatmu. Kamu cantik bagi dirimu sendiri, sayang. Tenang saja, kamu pun akan jadi menarik dengan segala batasan-batasan bahkan kurangmu, bagi orang-orang yang mengagumimu. Yang gemar mematut diri di kaca segi empat, kamu bukan seorang penikmat kerlap-kerlip warna-warni alat dandan yang perempuan lain suka tapi selalu berputar pasang segala mimik wajah sebelum pergi. Kamu cantik dan selalu jadi gadis kecil yang masih harus disisiri rambutnya oleh ibumu. Tenang saja, kamu pun akan jadi seorang yang pantas dicintai nantinya, bagi seorang lelaki yang tak berkuda seperti cerita dongeng ayahmu. Yang gemar mematut diri di kaca segi empat, buang segala keras di kepalamu. Sisihkan egois di sisi sebelah kiri hatimu, dan perbanyak sabar berlimpah di sebelah kanan hatimu. Usia yang bukan lagi kepala satu, bertingkah seperti seorang perempuan arogan yang ...

Tuan Arogan Yang Saya Hormati

Gambar
Surat ini kubuat bukan karna lagi-lagi aku merindumu, hanya teringat bahwa aku belum ucap terima kasih di sela pertemuan terakhir kita. Hmm maaf bukan kita, saya dan Tuan. Terima kasih untuk apa? Untuk segala, dari tawa sampai sisa, dari air mata bahkan luka. Maaf karna saya menyebut ‘aku’ di awal surat ini. Kepada Tuan arogan yang saya hormati, bagaimana kabar Tuan hari ini? Pasti baik-baik saja dan harus baik-baik saja. Bagaimana pun hati dan hari Tuan? Sekali lagi pertanyaan yang saya buat dan jawab sendiri, pasti baik-baik saja dan harus baik-baik saja. Kepada Tuan arogan yang saya hormati, sudah mengertikah Tuan bahwa cinta bukan lagi untuk main-main di usia Tuan yang sudah lebih beberapa tahun di atas angka dua puluh? Seharusnya Tuan lebih tahu itu dari saya. Anggap saja cerita saya dan Tuan kemarin itu hanya persinggahan sementara untuk dapat cinta baru yang lebih baik di kemudian. Tuan sudah lebih dulu mendapatkan. Saya pun sudah kali ini. Kepada Tuan arogan yang saya hormati, ...

Free Feel

Gambar
‘Kan sudah ada penggantinya.’ ‘Kan sudah ada yang mampu membahagiakanmu.’ Andai setiap orang mampu memahami lebih dalam. Pengganti itu tak pernah ada. Mengganti dengan yang lain juga belum pernah ada caranya. Apalagi soal bahagia. Dibahagiakan belum tentu bahagia. Bukankah kita manusia bebas. Hakikat manusia itu bebas. Kita boleh merasakah apa saja. Menyimpan rasa untuk siapa saja. Mencintai apa saja. Siapapun dan apapun bentuknya. Kita berhak mencintainya. Seperti cinta seseorang, cinta binatang, cinta klub sepakbola. Apa saja. Kita juga berhak mempertahankannya. Mempertahankan rasa kita. Kalian salah jika berkata siapa telah digantikan oleh siapa. Memiliki siapa juga bukan berarti tak boleh mencintai siapa. Siapapun kamu. Percaya padaku. Kamu bebas merasakannya. Bebas mencintainya. Kepakkan sayapmu. Dan katakan pada dunia. Kau mencintainya. VERONICA LIZA OLIVIA TENTANG PENULIS: PELAJAR/MAHASISWI WEBSITE/BLOG: lizaolivia.wordpress.com