Postingan

Begitu Mencintaimu

Gambar
Aku begitu mencintai sajak, seperti puisi butuh kata, dan lagu butuh irama. Aku begitu mencintai biru pagi, seperti ibu yang lupa hari lahirnya tapi ingat pertama anaknya berlari. Aku begitu mencintai senja, langit memakai pemulas pipi lalu pulang dengan doa yang aku eja. Aku begitu mencintai malam, gelap pekatnya mengantarkan aku lelap abaikan dingin kelam bersama dinding kaku yang selalu kembali putar beberapa drama lalu kamu yang selalu jadi alasan, aku menangis tertawa pergi bahkan bertahan. Aku begitu mencintaimu, meski tak melebihi cinta untuk Tuhan dan kedua orang tuaku. Aku begitu mencintaimu. Aku berharap kamu pun begitu. Meski dalam hitungan detik atau bahkan dalam mimpi yang buru-buru pergi. HALIMAH QUEEN TENTANG PENULIS: PELAJAR/MAHASISWI WEBSITE/BLOG: queenfirst.blogspot.co.id

Halo Pak ?

Gambar
Ada segelintir sikap dalam hidup, sebagai seorang perempuan aku selalu merasa ingin dilindungi tetapi selalu ingin terlihat kuat di depan siapapun, siapapun. Kontra memang semua itu tetapi apa yang bisa kuperbuat ? Memang seperti itu adanya. Ada dilema sendiri dalam jiwaku mengenai perasaan penuh tanya yang mengganjal dalam benak kecilku, aku menyebutnya sebagai benak kecil karena rasanya lemah namun berlarut-larut dan sering kali membuat aku gelisah. Jangan terkejut jika sesekali aku merengek bagai anak kecil yang manja, aku pun menyadarinya. Namun, di sisi lain aku bisa menjadi perempuan kuat yang selalu tersenyum dimanapun dan kapanpun serta apapun yang terjadi. Terkadang aku seperti membutuhkan seseorang yang selalu hadir merengkuh segala yang aku rasakan dan dengan senang hati bersedia menyediakan tempat untuk berbagi apa yang aku rasakan, kepadanya, seorang laki-laki, seorang Bapak, Bapakku sayang. Berat sebenarnya menerima kenyataan bahwa Bapak sudah berada di tempat yang belum ...

Tuan Rambut Ikal

Gambar
Pagi ini Saat hujan mendarat, tanpa sekat, dan tidak menghadirkan hangat. Jendela kaca enggan terbuka, enggan bercerita ada apa diluar sana. Kaki kecil melangkah resah sebab takut pakaiannya basah. Hayalan pukul tujuh datang mendera. Tak sengaja namamu ku eja. Sumpah, aku tak sengaja. Ingatan dikepalaku menari lagi. Jauh lebih kejam dibanding gluduk dipagi hari. Aku takut, aku berselimut. Sebab mengingatmu terkadang menghadirkan dingin yang lebih-lebih dari kutub. Aku bisa hipotermia, mati dan tidak bisa membuka mata. *** Malam itu Aku ingat betul bagaimana setelah ratusan hari tanpa ba-bi-bu dan akhirnya kita bertemu. Juga bagaimana aku menahan diriku sekuat tenaga untuk tidak terlebih dahulu memelukmu karna disergap rindu. Sungguh aku rindu pada rambut ikal itu. Dan ribuan cerita tentang belaian tanganku yang menyapu indah rambutmu. Aku rindu rambut ikalmu, lebih-lebih isi kepalamu itu. Tiap-tiap abstrak sederhana yang tetap saja membuat aku mudah jatuh cinta. Pada dua pasang mata ya...

(The Same) Mistakes-Promises-Forgiveness

Gambar
Pernah melakukan kesalahan yang sama kepada orang yang sama nggak? Yah, mungkin banyak yang seperti itu. Melakukan satu kesalahan, trus minta maaf. Besoknya melakukan kesalahan yang sama, minta maaf, berjanji nggak melakukan kesalahan itu lagi. Eh, besok dan besok dan besoknya lagi dilakukan lagi. Well , kembali ke teori klasik: manusia hanya makhluk biasa yang nggak luput dari kesalahan (yang sama). Kadang kita memang harus belajar memahami, sabar, tegar, maklum, kadang harus memahami, harus sabar, harus tegar, harus maklum, atau bahkan sok maklum, sok tegar, sok sabar! Mau gimana lagi, dari pada ujung-ujungnya fight . Tapi, coba deh ya bagi kalian yang punya habbit seperti itu, bisa nggak sih yang seperti itu diubah? Ada teori yang lain: manusia itu adalah makhluk senpurna karena memiliki akal dan pikiran. Nah, tahu, kan, maksudnya apa? Sometime , coba pikirkan perasaan mereka-mereka yang pernah kamu sakiti dengan kesalahanmu itu. Mereka memang tampaknya selalu bisa memaafkan. But, y...

Memo-ri(am)

Gambar
Belum lama usang rupanya lembaran kertas kecil bercorak bunga bunga warna cream dan cokelat ini. Belum lama pula aku mengasingkannya sebab patah hati yang terlalu kejut untuk kusimpan sendiri. Lembaran memo itu sempat mengisahkan tentang jatuh cintanya aku, merindunya aku, dan kekhawatiranku. Bermula dari kebahagiaanku bertemu dengannya, kemudian mengalirlah beberapa cerita. Aku sengaja menuliskannya di memo memo kecil ini lalu kutempelkan pada dinding kamar kosku agar mampu mengingat bagaimana perasaanku berbicara saat bersamamu. Lalu pada hari yang ke entah, aku putuskan untuk berhenti menempelkan lembaran memo itu di dinding. Padahal aku ingin sekali memo cantik itu memenuhi segala penjuru dinding kamar kosku dengan berbagai tulisan tentang kamu. Tapi ketika aku ingin menjadikan memo itu sebagai pengingat kini aku ingin melupa. Melupa apapun tentang kejadian bersamanya. Sempat ingin kubakar saja memo memo itu atau menguburkannya dengan galian lubang pasir terdalam tapi segera saja k...

Teruntuk, Kamu

Gambar
Kamu yang sudah bahagia. Kamu yang sudah temukan pasangan barumu. Aku masih saja berkutat dengan ingatan kita dulu, keparatnya rinduku masih belum juga berjumpa temu. Kamu lihat airmataku? Kamu tahu aku merindu? Aku saja yang terlalu banyak merajut banyak asa dalam anganku. Jahit beberapa ingin dalam kalbuku. Aku hanya berharap Tuhan kabulkan semua pinta yang sudah lama berdiri. Tanpa harus ku hapus satu-satu dari awal lagi. Tapi Tuhan malah berkata bukan saat ini. Lalu kapan Tuhan? Datangnya satu hari kita berdiri bersama. Satukan genggaman mulai saling membahagiakan diri. Aku berjanji kalau suatu nanti datang lagi hari ia ingin pergi, aku tak akan hanya berdiam diri lagi. Yakinkan satu persatu yang telah dititi. Ingatkan detik seperdetik waktu yang telah terlewati. Walau akan ada satu titik, aku harus berhenti. Aku lelah. Banyak alasan yang menyuruhku menyerah. Aku hanya tahu caranya berpasrah. Bak air hujan yang ikhlas bertumpah jatuh ke tanah. Aku begitu, hanya mampu tundukkan kemb...

Rasa itu Datang Lagi

Gambar
Kesibukan adalah sahabatku Dan demikian juga sebaliknya Tapi dengan kekuatan apa entah namanya Aku dipertemukan dengan cinta lagi Andai saja aku boleh mencicip lagi akan aku coba. Aku bangkit sejenak, perlahan kuintip rona kemerahan harapan Dari balik gelapnya mimpi di tengah malam Tersirat cerita singkat tanpa narasi yang bisa kutebak Apakah bisa aku jadi sutradaranya? Atau suatu pertanda? Selamat datang rasa, selamat datang pujangga Senang bertemu kembali. YUTTA PARAMARESI TENTANG PENULIS: PELAJAR/MAHASISWI WEBSITE/BLOG: http://rumahyutta.blogspot.co.id