Postingan

Kuharap, Kamu

Gambar
Kuharap kamu, teman hidup yang temani aku berbagi kopi di awal hari, teman hidup yang jadi alasan aku bangun pagi lebih dulu sebelum matahari untuk sarapan sedia di atas meja, teman hidup yang beri aku kecup kening dalam hening pertama di awal pagiku, teman hidup yang tak bosan ingatkan apa-apa saja yang sering aku lupa, teman hidup yang tahu apa-apa saja sifat burukku dan tetap di sisi tak beranjak pergi apalagi meninggalkan, teman hidup yang aku tunggu kepulangannya di ruang tamu, teman hidup yang keringatnya gemar aku seka selepas bekerja seharian, teman hidup yang beriku peluk lebih lama dari biasanya saat hari libur. Kuharap kamu, lelaki pertama yang aku lihat tiap pagi awal aku membuka mata, lelaki pertama yang aku temukan masih lelap saat tak sengaja aku tergugah dari pejamku, lelaki pertama yang aku temukan masih terjaga menjagaku saat panas tubuhku di atas seharusnya, lelaki pertama yang aku lihat saat nanti terpejam tak bangun lagi. Love You. HALIMAH QUEEN TENTANG PENULIS: ...

Cause You and I, We Were Born

Gambar
"Feet don't fail me now, take me to the finish line.." That was the little lyrics from Lana Del Rey - Born to Die.. How i love that song. :**** Guys, you know what? I have a class in 2,5 hours, and i have nothing to prepare. Haven't take a bath, change my cloths, and many else. OMG, i hate unprepared i am. :o This week successfully made my month. So wonderful. I wish i could learn many things/// i wish. Please regretting, just stay away from meeeee... Pleaseeee :________( I wanna ask you something. "Have you a crush and they are not an actor, actress, miss universe, or even a president?" Not because you falling love with them, but it because there is something different with them, luckily you like it. I have dazzled by someone. "that people" I don't even know "that people", saw "that people", talked to "that people", why even i don't know anything about him, it doesn't make any senses to me????? I have it. ...

Jadilah Dewa Untuk Dirimu

Gambar
Pen-dewa-saan.. "Sebab tua adalah waktu. Tetapi dewasa itu, saat kau bisa menjadi dirimu ketika semesta menawarkanmu bersandiwara..." Aku pernah luka, memudarkan tawa, meninggalkan asa, menenggelamkan diri terlalu lama.. Aku pernah mencintaimu dengan gagah, merindukanmu dengan sempurna, menunggumu dengan sabar yang sudah mengkristal.. Hari ini... Aku berbicara pada diriku sendiri.. Berdamai pada setiap kekecewaan yang ku miliki.. Menyusun retakan hati.. Kukenali isi kepalaku ini, asing sungguh aku dikepalaku.. Aku ingin dengan mudah melupakan, bangkit dari kegagalan, hidup dalam segala harapan.. Hari ini... ku pupuk hati agar menjadi kian besar.. Ku bakar asa agar menjadi sumber cahaya harapan.. Ku rajut impian menjadi sayap untuk terbang.. Sebab dewa bersayap.. Sebab dewa berpendar.. Sebab dewa mempunyai hati yg selalu lapang.. Jangan takut untuk membaca ini hingga sudah... Aku tak sedang belajar menjadi sempurna... Sebab aku tau sempurnaku itu kamu. Sempurnamu itu aku.. IN...

Be Adult, Are You Ready?

Gambar
Dulu, waktu aku kecil, aku pernah berkeinginan agar secepatnya menjadi orang dewasa. Bekerja di kantoran, berdandan layaknya orang dewasa, menggunakan blazer, pakai high heels, hingga berbicara layaknya orang-orang dewasa seperti yang saya lihat di televisi. Seiring waktu berjalan, waktu pun menjawab keinginanku tersebut. Ternyata menjadi orang dewasa itu tidak semudah yang aku bayangkan. Tidak seenak yang aku pikirkan. Semakin dewasa seseorang ternyata semakin banyak beban yang harus dipikul. Beban itu pun harus bisa dipikirkan secara dewasa pula. Salah pemikiran, maka akan salah arah. Jika sudah salah arah, maka salah pulalah jalan kita. Aku rasa menjadi dewasa memang sudah menjadi PR (baca: pe-er) bagi setiap orang. Tinggal bagaimana PR itu dikerjakan. Tentu cara pengerjaannya akan berbeda pada setiap orang. Bagi aku pribadi, menjadi orang yang dewasa itu cukup sulit. Terlebih jika aku menemukan sebuah permasalahan. Aku telah mencoba untuk bersikap dewasa, namun ada saja sikap child...

Terjaga, Menata Hati

Gambar
Hai, selamat malam... Sudah terbiasa aku terjaga hingga larut malam begini, berbagai alasan telah menaungi tiap larut malamku. Dan kali ini aku terjaga untuk alasan menata hati. Ya, hatiku sudah memilih untuk jatuh padamu waktu itu pada cinta yang kau tawarkan. Ah, apa benar cinta yang kau tawarkan padaku? Entahlah.... Ketika rintik gerimis berjatuhan hingga hujan pun datang, akhirnya aku jatuh hatiku padamu. Ya, aku jatuh cinta kembali, kala itu aku telah jatuh hati pada pandangan pertama padamu. Di malam penuh untaian puisi lalu kau bumbui dengan gelak tawa disana. Indah sekali. Namun nyatanya tak semudah yang aku bayangkan pula, ada suram yang menyelimuti diriku. Aku kira aku masih terkungkung trauma saat bersamamu namun aku berusaha keras menindas segala takut dan alasannya kamu. Ya, engkau yang seringkali meyakinkanku bahwa apapun mampu untuk ditempuh. Namun untuk yakin dan berusaha saja belum cukup ternyata. Aku belum mampu merapikan sikap dan sifatku sendiri agar kau mampu nyama...

Mimpi Yang Tak Bertepi

Gambar
Ku terpaku di bibir pantai.. Halimun senja menerpa lembut.. Memberi kesejukan pada batas waktu... Aku masih disini... Merenda mimpi kita.. Dalam nafas semilir angin.. Aku tetap disini.. Bersama jemariku Merangkai nama kita Pada hamparan butiran pasir Meskipun sejenak tersapu ombak.. Terbayang kembali Di awal perkenalan Tanpa terasa Tujuh purnama Berlalu sudah.. Tapi ingatan tentangmu Masih saja membekas jelas Diantara ketidak~mampuanku yang lemas.. Kenangan kita.. Telah berakar didasar hati.. Masih ingatkah engkau... Tentang Sepasang Sayap Putih, tentang pesona Raja Ampat, tentang Massage in the Bottle, juga tentang mimpi kita Yang nantinya terangkai indah.. Di kota pahlawan.. Kurasa kau tidak ingat... Tapi kenapa bisa... Apakah mimpimu berubah haluan..? Ataukah ini hanya perasaanku saja.. Sayang.. Kini...Saat langit semakin menua, Hujanpun tertahan di antara mega, Kutelusuri mimpi yang tak kunjung menepi... Haruskah aku menyerah... Haruskah aku hanya berdiri disini.. Mengeja bait pela...

Nyaris Lelah

Gambar
Selamat pagi. Kali ini aku dikagetkan oleh rindu lagi-lagi. Berkali ketuk jendela menanti dibuka dan dimanja lagi. Maaf, kali ini tak banyak waktuku meladeni banyak keluhmu. Tuanmu mati, dan masih belum ada pengganti, sampai kini. Kadang aku diam, diam-diam merindu rasanya jatuh hati. Pada jurang dalam yang ada pada mata seseorang, berkali terpingkal tapi masih saja ia jadi alasan bahagia. Kadang aku gerah, gerah dengan segala cemburu yang api. Pada kisah barunya yang kukira lebih bahagia, berkali menangis bahkan rela rapuh tapi tetap saja mencinta. “Cinta sialan” berkali aku teriaki cinta bahkan menghujat seenak jidat. Tapi tak pernah sekali, hati malah bilang “Kamu saja yang mau dibodoh-bodohi cinta” Aku tertawa. Kunamai itu matanya, tempat segala senyum bahagiaku berpulang. Kunamai itu peluknya, tempat segala resah hilang dan nyamanku datang. Kunamai itu cinta, dia, tempat aku jatuhkan segala harap bahkan impiku banyak kurangkai. Aku selalu semangati diri, mungkin bukan hari ini ia ...